Tondi Muammar Gaddafi Tanamkan Nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ke Warga Waringin Sari Barat

Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi Nasution, kembali membuka agenda Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) sebagai kegiatan pertamanya di bulan Desember 2025. Giat tersebut digelar di Pekon Waringin Sari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Sabtu 6 Desember 2025 dan berjalan dengan penuh keakraban serta antusias masyarakat setempat.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Pekon Waringin Sari Barat Eko Basuki, Babinkamtibmas, serta menghadirkan dua narasumber utama yakni Suherman selaku Ketua DPRD Pringsewu dan Lusy Ariyanti yang juga merupakan anggota DPRD Pringsewu.

Eko Basuki: Nilai Gotong Royong Jangan Pernah Hilang

Dalam sambutannya, Kepala Pekon Eko Basuki menekankan pentingnya implementasi nilai gotong royong sebagai salah satu unsur fundamental dalam Ideologi Pancasila. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya untuk menambah wawasan, namun juga memperkuat kebersamaan antarwarga.

“Fungsi ideologi dan wawasan kebangsaan ini nantinya akan dijelaskan lebih dalam oleh para dewan. Kami berharap nilai gotong royong jangan sampai hilang. Gotong royong adalah ruh kehidupan sosial yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Eko juga berharap seluruh peserta memperoleh manfaat, keberkahan, serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat, khususnya di tingkat keluarga dan lingkungan sosial.

Tondi Muammar Gaddafi: Silaturahmi Memperpanjang Umur dan Persaudaraan

Tondi Muammar Gaddafi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan PIP bukan hanya sekadar penyampaian materi, namun juga menjadi jembatan untuk memperluas silaturahmi antara legislatif dan masyarakat.

“Saya hadir ke berbagai daerah untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat dan kepala Pekon. Silaturahmi itu memperpanjang umur, memperkuat persaudaraan,” tutur Bang Tondi.

Politisi Fraksi Golkar ini juga menyampaikan bahwa budaya gotong royong tidak mungkin hilang dari masyarakat Indonesia, sebab nilai tersebut telah melekat sejak generasi terdahulu. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum memperkuat karakter kebangsaan, sekaligus mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat.

Tondi juga menyinggung bahwa dirinya bersama Suherman dan Lusy Ariyanti telah sama-sama tiga periode menjabat sebagai wakil rakyat, sehingga ia memahami betul pentingnya menjaga komunikasi dengan masyarakat di akar rumput.

Suherman: Pancasila Adalah Dasar Hidup Berbangsa dan Bernegara

Sebagai narasumber, Ketua DPRD Pringsewu Suherman menyampaikan materi mengenai pemahaman Ideologi Pancasila secara mendalam. Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dokumen hukum, melainkan pedoman yang harus hidup dan diterapkan dalam sikap keseharian.

“Jika kita memahami Pancasila dengan benar, hidup kita akan lebih terarah. Sila pertama hingga sila kelima memiliki makna yang harus dipegang teguh oleh setiap warga negara,” jelasnya.

Suherman juga berbagi perjalanan pengabdiannya sebagai wakil rakyat, sebagai bentuk motivasi agar masyarakat memahami bahwa perubahan dan keberhasilan dapat dicapai ketika seseorang berlandaskan niat baik, kerja keras, serta keimanan.

“Semua yang bernyawa akan kembali kepada Allah, maka yang kita bawa hanya amal. Karena itu nilai Ketuhanan Yang Maha Esa harus menjadi fondasi utama,” tegasnya.

Warga Antusias – Nilai Kebangsaan Diharapkan Makin Menguat

Kegiatan PIP berjalan lancar dengan interaksi aktif peserta yang turut mendengarkan dan menerima materi dengan antusias. Masyarakat berharap penyelenggaraan pembinaan seperti ini terus dilaksanakan, agar pengetahuan dan pemahaman mengenai Pancasila kian melekat di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan terlaksananya giat awal Desember ini, Tondi Muammar Gaddafi membuka kembali komitmennya untuk terus turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, memperluas silaturahmi, serta menjaga spirit persatuan dan gotong royong.(raw).

Related posts

Leave a Comment